Wednesday, 25 May 2016


kamuu tahu?

Ada karakter mulia yang saya suka sangat pada hujan. Titis-titis nya yang beribu bahkan berjuta sekalipun takkan pernah cederakan tangan yang menadah buat merasakan hadirnya.

🌧 Cuba saja kamu bayangkan andai Yang Maha Esa membuka hijab lalu diperdengarkan suara-suara alam yang bergema. Dijamin, pasti zikrullah oleh alam akan memenuhi segala frekuensi udara di bumi.

Siang tanpa mengira malamnya. Pagi tanpa menunggu petangnya. Berterusan dalam gemaan zikirnya.

Persis yang terakam dalam kalamullah suci, "Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi dan DIA-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Surah As-Saaf:1)

Astaghfirullahal'azim. Jadi malu sebagai 'manusia', hujan saja lebih mengingati Dia sedangkan kita yang siuman dianugerahkan akal masih terus menerus hanyut beralasan untuk beribadat.

Manusia, hatta membuka mulut untuk berzikir pun dianggap berat. Entah dosa apa yang dibuat sehingga memuji Allah pun sangat berkira.....

Oh Allah! Everytime the rain is falling, I always thought that the sky is crying.

No comments:

Post a Comment